Setting Bandluxe c100 dan c120 di Ubuntu 8.04

bandluxe-c1001

Sekarang di Ubuntu 8.04 modem dari Bandrich ini telah dapat digunakan untuk berselancar di dunia maya tetapi yang sering menjadi masalah adalah fungsi lain dari modem ini sebagai media penyimpanan yang sering membuat deteksi port USB di ubuntu menjadi bingung.

Agar modem ini dapat dikenali maka yang perlu dilakukan sebelum menancapkan kabel USB di PC atau Laptop kita hendaknya fungsi HAL (Hardware Abstraction Layer) di Ubuntu di non aktifkan.

Adapun caranya seperti di bawah ini :

$> sudo /etc/init.d/hal stop

Hubungkan kabel USB, untuk memastikan bisa dilihat melalui console dengan perintah:

$> dmesg | grep usb
[  877.204630] option 4-1:1.0: GSM modem (1-port) converter detected
[  877.206691] usb 4-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB0
[  877.206725] option 4-1:1.1: GSM modem (1-port) converter detected
[  877.208497] usb 4-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB1
[  877.208525] option 4-1:1.2: GSM modem (1-port) converter detected
[  877.210179] usb 4-1: GSM modem (1-port) converter now attached to ttyUSB2
[  877.210208] /build/buildd/linux-source-2.6.22-2.6.22/debian/build/custom-source-rt/drivers/usb/serial/option.c: USB Driver for GSM modems: v0.7.1

Setelah terdeteksi kita perlu mengKonfigurasikan modem dan dialer dengan menggunakan wvdialconf lalu edit account dialer default sesuai dengan provider yang kita gunakan (penulis menggunakan indosat3G):

$> wvdialconf
$> sudo gedit /etc/wvdial.conf
[Dialer Defaults]
Baud = 460800
Modem = /dev/ttyUSB1
Init1 = ATZ
Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
Phone = *99#
Username = indosat
Password = indosat
Ask Password = 0
Dial Command = ATDT
Stupid Mode = 0
Idle Seconds = 3000
ISDN = 0
Auto DNS = 1

Jika selesai maka kita dapat mengakses internet dengan perintah :

$> wvdial

Selamat Mencoba….

Advertisements

About ronald

seorang pencinta komputer dan tergila-gila dengan dunia maya
This entry was posted in Ubuntu Poenya and tagged , . Bookmark the permalink.

17 Responses to Setting Bandluxe c100 dan c120 di Ubuntu 8.04

  1. Wartana says:

    Saya coba saran anda dan berhasil juga untuk modem Bandluxe c120 tapi masalahnya autodetect untuk hardware jadi tidak berfungsi karena HAL di stop. Misalnya kita tancapkan Flash Disk tidak dikenali. Tapi tak apalah yg penting bisa internetan pakai Bandluxe c120. Saya coba ini di Ubuntu 8.10. Dengan modem e220 langsung dikenali oleh Network Manager Ubuntu, pernah juga coba pakai Sony Ericsson K618i juga otomatis dikenal sebagai Mobile Broadband. Ubuntu 8.10 memang sudah support Mobile Broadband Otomatis untuk beberapa merk modem terkenal.

  2. ronald hariyanto says:

    Bapak Wartana…

    kalo bapak menggunakan ubuntu 8.10 funsi hal ya boleh di abaikan..tinggal bapak lakukan login sebagi root dengan mengetikkan

    Sudo su

    lalu isi password bapak kemudian lakukan cek modem dengan

    wvdialconf

    lakukan pengeditan seperti catatan diatas

  3. SoulJah says:

    Minta maaf jika bapak Ronald tidak faham Bahasa Melayu saya, jika mahu, saya akan menerangkan lebih lanjut apa apa saja yang tidak jelas.

    Saya sedang menggunakan Xubuntu 8.10 dan menggunakan Go! Broadband bagi Brunei, tetapi menggunakan Bandluxe C120 untuk koneksi saya. Adakah beberapa perkara yang perlu saya buat sebagai tambahan bagi langkah2 diatas?

    Saya sampai di skrin Carrier detected. Waiting for prompt, kemudian skrin tergantung begitu sahaja untuk beberapa ketika, kemudian seluruh skrin terisi dengan ini

    Don’t know what to do! Starting pppd and hoping for the best.
    Unable to run /usb/sbin/pppd.
    Check permission, or specify a “PPPD Path” option to wvdial.conf.

  4. SoulJah says:

    I think sudah oke. Saya hanya lupa run dalam superuser mode. Saya memakai sudo wvdial dan semuanya mahu koneksi. Terima kasih untuk tutorial bagus ini.

  5. nago martin says:

    mas, mau tanya nih…
    berarti kesimpulan untuk ubuntu 8.04 lm bisa detect hardware modem GSM? untuk 8.10 sudah support? bagaimana untuk linux lain seperti fedora 9 / 10? kebetulan saya rencana mau menggunakan linux fedora di desktop saya,
    terima kasih.

    • ronald says:

      kalo untuk ubuntu 8.04, hampir semua modem baik itu gsm dan cdma sudah bisa terdetect dengan baik, akan tetapi kebanyakan harus berjalan dengan terminal modem tanpa GUI. sedangkan untuk 8.10 saya belum bisa memastikan semua modem dapat berjalan, saya sudah gunakan bandluxe c120, c100, option i255, speed up 6200 cdma dan nokia 3155 dapat berjalan dengan baik sedangkan untuk speed up 8300 belum dapat berjalan karena masalah kompabilitas kernel dengan driver. sedangkan untuk fedora 9 saya sudah pernah coba dengan bandluxe c120 dan berhasil, kalo selain itu belom di coba.

  6. John says:

    It doesn’t work at all!
    I use Ubuntu 8.10 Desktop version.
    It’s very strange when I type wvdialconf this BandLuxe C120 HSDPA USB Dongle modem, it’s display like:
    …serial port scan S0, S1, S2
    …ttyS1
    …ttyS2
    …ttyS3
    why?
    Should be ttyUSBx, isn’t it?

  7. trian says:

    saya udah coba, saya pake 8.04.1 dan c120. persis sama ya.

    tapi pas dperintah wvdial … modem not responding

    –> WvDial: Internet dialer version 1.60
    –> Cannot get information for serial port.
    –> Initializing modem.
    –> Sending: ATZ
    –> Sending: ATQ0
    –> Re-Sending: ATZ
    –> Modem not responding.

    kenapa ya ?

    • ronald says:

      kemungkinan modem belum terdetect dengan baik oleh ubuntu, cara yang paling gampang adalah dengan menggunakan aplikasi usb switch,

      setelah aplikasi terinstal, pasang kembali bandluxe, akan muncul sebagai device baru.

      eject bandluxe tersebut dan tunggu beberapa detik, muncul kembali lalu klik unmount dan device tersebut pun hilang.

      nah sekarang setalah melakukan langkah diatas dan pastikan lampu dimodem telah berwarna hijau dan tidak ada pin di kartunya, dicoba melakukan wvdialconf lagi

      semoga suksess…pizz

  8. Hendra says:

    Pak Ronald,

    Terima kasih atas instalasi dan tutorial Bandluxe C120 di Ubuntu 8.10 saya ini. Sekarang saya bisa bebas berinternet tanpa khawatir serangan virus.

    Saya coba uraikan instalasi modem ini secara lebih detail seperti tutorialnya Pak Ronald. Mudah2an dapat bermanfaat bagi pemula seperti saya.

    1. Colokkan Bandluxe C120 ke port USB tunggu beberapa detik. Lalu akan muncul kotak dengan tulisan “This medium contains software intended to be automatically started. Would you like to run it?” dan LOGO Bandluxe C120 di layar

    2. Tekan “CANCEL” di kotak hingga kotak menghilang

    3. Lalu klik kanan LOGO Bandluxe C120 dan tekan “EJECT VOLUME” hingga LOGO menghilang

    4. Tunggu beberapa detik sampai kotak dan LOGO muncul kembali

    5. Tekan kembali “CANCEL” dikotak hingga menghilang

    6. Lalu klik kanan LOGO Bandluxe C120 tapi sekarang tekan “UNMOUNT VOLUME” hingga LOGO menghilang

    7. Sekarang masuk ke terminal, masukkan perintah “sudo wvdialconf” (tanpa tanda “)

    8. Masukkan Password User, maka akan muncul:

    Scanning your serial ports for a modem.

    Modem Port Scan: S0 S1 S2 S3
    WvModem: Cannot get information for serial port.
    ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 — OK
    ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 Z — OK
    ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 — OK
    ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 — OK
    ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 — OK
    ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
    ttyUSB0: Modem Identifier: ATI — Manufacturer: QUALCOMM INCORPORATED
    ttyUSB0: Speed 9600: AT — OK
    ttyUSB0: Max speed is 9600; that should be safe.
    ttyUSB0: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0 — OK
    WvModem: Cannot get information for serial port.
    ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 — failed with 2400 baud, next try: 9600 baud
    ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 — failed with 9600 baud, next try: 9600 baud
    ttyUSB1: ATQ0 V1 E1 — and failed too at 115200, giving up.

    Found a modem on /dev/ttyUSB0.
    Modem configuration written to /etc/wvdial.conf.
    ttyUSB0: Speed 9600; init “ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0”

    Berarti modem sudah terdeteksi.

    9. Untuk edit account dialer sesuai dengan operator yang kita gunakan, ketik “sudo gedit /etc/wvdial.conf” (tanpa tanda “) lalu akan muncul kotak text editor:

    [Dialer Defaults]
    Init1 = ATZ
    Init2 = ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
    Modem Type = Analog Modem
    ISDN = 0
    New PPPD = yes
    Phone = *99#
    Modem = /dev/ttyUSB0
    Username = –
    Password = –
    Baud = 9600

    Rubahlah parameter sesuai dengan operator yang kita gunakan contoh:

    Untuk Matrix:

    Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”indosatgprs”
    Phone= *99#
    Username = – (tanda minus jangan dikosongkan)
    Password = – (tanda minus jangan dikosongkan)

    Untuk Simpati seperti yang saya pakai, settingannya seperti diatas:

    Init3 = AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
    Phone= *99#
    Username = – (tanda minus jangan dikosongkan)
    Password = – (tanda minus jangan dikosongkan)

    Parameter lain tidak perlu diubah.

    10. SAVE settingan di Text Editor lalu kembali ke Terminal

    11. Pastikan SIM CARD dalam Bandluxe C120 tidak diproteksi dengan PIN, lalu di terminal masukkan perintah “sudo wvdial” (tanpa tanda “) hingga muncul

    –> WvDial: Internet dialer version 1.60
    –> Cannot get information for serial port.
    –> Initializing modem.
    –> Sending: ATZ
    ATZ
    OK
    –> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
    OK
    –> Sending: AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
    AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
    OK
    –> Modem initialized.
    –> Sending: ATDT*99#
    –> Waiting for carrier.
    ATDT*99#
    CONNECT
    –> Carrier detected. Waiting for prompt.

    12. Tunggu sekitar 30 – 60 detik hingga muncul:

    –> Don’t know what to do! Starting pppd and hoping for the best.
    –> Starting pppd at Sun Mar 15 08:07:09 2009
    –> Pid of pppd: 6345
    –> Using interface ppp0
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> local IP address 114.121.1.56
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> remote IP address 10.64.64.64
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> primary DNS address 202.3.210.11
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> secondary DNS address 202.3.208.11
    –> pppd: ��� �[01]�

    (ini untuk operator Telkomsel/Simpati. Untuk provider lain bisa berbeda)

    13. Sekarang anda dapat surfing di Ubuntu 8.10 menggunakan Bandluxe C120. Jangan di CLOSE kotak terminalnya, cukup di MINIMIZE saja. Selamat mencoba

    Selama memakai Bandluxe ini jaringan terkoneksi dengan baik meskipun beberapa kali pernah diskoneksi karena kualitas jaringan. Penggunaan Flashdisk juga tidak bermasalah, dapat terdeteksi, tinggal Plug and Play. Laptop yang saya pakai merek Axioo Oris NOA 212.

    Pak Ronald, terima kasih atas tutorialnya, sekarang touchpad di Axioo saya juga sudah berfungsi. Saya dapat dari internet.

    14. Terakhir, untuk diskoneksi ke jaringan, dari terminal ketik “Ctrl + C” hingga muncul:

    ^CCaught signal 2: Attempting to exit gracefully…
    –> Terminating on signal 15
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> Connect time 26.1 minutes.
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> pppd: ��� �[01]�
    –> Disconnecting at Sun Mar 15 08:33:12 2009

    Maka Modempun dapat dengan leluasa di cabut

    • ronald says:

      terima kasih pak hendra atas bantuan memperjelas tulisan ini semoga bermafaat buat saya dan teman-teman pengguna bandluxe yang ingin menggunakannya di ubuntu.

      cheers…

  9. acho says:

    Mas tolong mas ini kenapa yah

    hanif@achosoft:~$ wvdialconf
    Editing `/etc/wvdial.conf’.

    Scanning your serial ports for a modem.

    Modem Port Scan: S0 S1 S2 S3

    Sorry, no modem was detected! Is it in use by another program?
    Did you configure it properly with setserial?

    Please read the FAQ at http://open.nit.ca/wiki/?WvDial

    If you still have problems, send mail to .
    hanif@achosoft:~$ sudo gedit /etc/wvdial.conf
    hanif@achosoft:~$ wvdial
    –> WvDial: Internet dialer version 1.60
    –> Cannot open /dev/ttyUSB1: No such file or directory
    –> Cannot open /dev/ttyUSB1: No such file or directory
    –> Cannot open /dev/ttyUSB1: No such file or directory

    sy sudah pake cara situ……. ney knp lg yah?????
    modem usb sy Bandluxe C120

    trims

    • ronald says:

      mas…itu mungkin modemnya belum terdeteksi dengan baik di komputernya, mungkin ada baiknya anda ikutin tutorial saya lagi

  10. bayu says:

    hi mas Ronald, thanks atas tutorialnya, sangat membantu. ijin masukkan tutorial ini ke url saya ya. thanks.

    • buddy says:

      Pak Ronald dan Pak Hendra yth,
      Skrg ini sy menggunakan Ubuntu 8.10 untuk koneksi pake Bandluxe C120 (Telkomflash Bundling). Memang cukup menyulitkan sy yg newbie dlm menggunakan Ubuntu, langkah2 yg disampaikan pa ronald dan pa hendra sudah sy dilakukan. Deteksi modem dan konfigurasi berhasil, tapi ketika sy lakukan “sudo wvdial” terdapat masalah spt berikut :

      –> WvDial: Internet dialer version 1.60
      –> Cannot get information for serial port.
      –> Initializing modem.
      –> Sending: ATZ
      ATZ
      OK
      –> Sending: ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
      ATQ0 V1 E1 S0=0 &C1 &D2 +FCLASS=0
      OK
      –> Sending: AT+CGDCONT=1,”IP”,”internet”
      AT+CGDCONT=1,b [1d]IPb [1d],b [1d]internetb [1d]
      ERROR
      –> Bad init string.

      Apa yg terjadi dg koneksi modem saya? sebelumnya sy ucapkan terimakasih.

  11. Hendra says:

    Malem mas Ronald….

    Minta bantuan nih… sebulan yang lalu ada temen yang mau recovery flash discnya karena kena virus. Untuk jaga2, saya bilang mendingan data2nya di copy dulu ke linux saya (saya yakin tidak akan kena virus), supaya ada back up. File2nya banyakan Office, gambar, film dsb., yang di create di Windows XP.

    Singkat cerita, setelah flash discnya sukses di recovery saya mau hapus file2 di laptop saya. Eh weleh2… ternyata file2nya gak bisa 100% di delete permanent…

    1. Kalo di delete, filenya lari ke trash
    2. Di trash kalo saya delete permanent atau di empty trash selalu muncul box:

    ” Error while deleting”
    There was an error deleting auto_shot.htm.
    Show more details
    Error Removing Files: Permission Denied

    Ada pilihan skip all tapi juga percuma… akhirnya file2nya tetep saja tidak bisa di delete permanent. Masalahnya sizenya gede bangeeuudd…ada 1,5 GB, bener2 ngabisin tempat…

    Mohon pencerahannya supaya folder ini bisa dihapus permanent semuanya.

    Saya pake Axioo Oris 212, OS XP + Ubuntu 8.10. Thanks a lot….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s